Home » » Christ the Redeemer. Keajaiban Dunia, Simbol Perdamaian, dan Ikon Negara Brazil.

Christ the Redeemer. Keajaiban Dunia, Simbol Perdamaian, dan Ikon Negara Brazil.

Written By Freshly Michelangelo on Minggu, 19 Mei 2013 | Minggu, Mei 19, 2013

Patung Kristus Sang Penebus atau Christ the Redeemer (Portugis: O Cristo Redentor atau Christo Redemptor) adalah sebuah patung Yesus Kristus di Rio de Janiero, Brasil; dianggap sebagai patung Art Deco terbesar di dunia. Tingginya 39,6 meter (130 kaki). Beratnya 635 ton, dan terletak di puncak 700 meter (2.300 kaki) gunung Corcovado di Taman Nasional Hutan Tijuca. Ini adalah salah satu yang tertinggi di dunia. Patung Cristo de la Concordia di Cochabamba, Bolivia sedikit lebih tinggi dari patung ini, yaitu  40,44 meter (132,7 kaki).
 
Terletak di puncak sekitar 700 meter (2.300 kaki) dari gunung Corcovado, di atas gunung tersebut kita bisa melihat panorama yg indah sekali dari atas sana. Selain simbol Katolik, patung itu telah menjadi ikon dari Rio dan Brazil, yang terbuat dari tulang beton dan soapstone (batu sabun). Monumen yang selalu ramai dikunjungi wisatawan ini adalah lambang perdamaian rakyat Brazil, dan patung ini terpilih sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia modern. 

Gagasan untuk mendirikan sebuah patung besar di puncak Corcovado pertama kali diusulkan pada pertengahan tahun 1850-an ketika imam Katolik Pedro Maria Boss meminta dana dari Putri Isabel untuk membangun sebuah monumen keagamaan yang besar. Putri Isabel tidak begitu tertarik akan ide tersebut, dan rencana pendirian sama sekali diabaikan pada 1889 ketika Brasil menjadi republik dengan undang-undang yang mewajibkan pemisahan gereja dan negara. Proposal kedua untuk patung di gunung itu dibuat pada tahun 1921 oleh Keuskupan Agung yang mengorganisir sebuah acara yang disebut Semana do Monumento (Pekan Monumen) untuk menarik sumbangan dan mengumpulkan tanda tangan untuk mendukung pembangunan patung. Sumbangan kebanyakan berasal dari Umat Katolik di Brasil. Desain-desain yang diajukan diantaranya salib, patung Yesus yang membawa bola dunia di tangannya, dan pedestal yang melambangkan dunia. Namun, yang dipilih adalah patung Kristus Sang Penebus dengan tangan terbuka.

Sejarah pembangunan patung ini dimulai pada abad XVI dengan memilih puncak Corcovado sebagai tempat peletakan patung karena puncak tersebut menyerupai punuk atau bungkuk serta terlihat dari berbagai sudut kota-kota di Brazil. Pada tahun 1922, pada hari kemerdekaan Brasil rencana pekerjaan patung dimulai dengan kampanye besar-besaran dalam penggalangan dana nasional untuk pekerjaan ini. Akhirnya pada tahun 1927, pembangunan patung itu dimulai. Desain patung dibuat oleh insinyur lokal Heitor da Silva Costa, sementara pemahatan dikerjakan oleh pematung Perancis, Paul Landowski. Struktur patung dibuat dari beton bertulang rancangan Albert Caquot.

Semua bahan yang diperlukan serta tenaga kerja  yang berpartisipasi dalam pembangunan patung Kristus diangkut ke Corcovado oleh kereta api yang menghubungkannya ke jalan Cosme Velha, yang saat ini berfungsi sebagai kereta wisata ke atas. Inilah kereta api pertama yang menggunakan tenaga listrik di Brazil.


Tanggal 12 Oktober 1931, patung ini selesai dan diresmikan. Sampai saat ini, proses pembangunannya tetap dilakukan seperti pemasangan lampu-lampu di sekitar patung, pembangunan lift panorama serta penambahan eskalator untuk mengatasi kesulitan bagi orang tua maupun orang lainnya yang tidak memungkinkan untuk naik tangga, karena diperlukan 220 langkah untuk sampai ke puncak.

Pembangunan monument berlangsung selama sembilan tahun (1922-1931). Monumen yang berbiaya $ 250.000 ini dibuka pada 12 Oktober 1931. Awalnya, patung tersebut akan diterangi langsung dari Roma menggunakan lampu sorot yang akan dinyalakan oleh pionir radio gelombang pendek, Guglielmo Marconi, dengan jarak 5.700 mil (9.200 km). Tapi cuaca buruk kadang mempengaruh sinyal sehingga harus diterangi oleh petugas di Rio.

Pada bulan Oktober 2006 yang merupakan ulang tahun ke 75 patung tersebut, Uskup Agung Rio Kardinal Eusebio Oscar Scheid meresmikan sebuah kapel yang diberi nama sesuai dengan santa pelindung Brazil, Nossa Senhora Brasil Aparecida atau “Our Lady of Apparate.” Dengan adanya kapel tersebut, umat Katolik dapat mengadakan upacara pembaptisan dan pernikahan.

Patung ini pernah disambar petir saat badai petir yang dahsyat pada Minggu, 10 Februari 2008. Badai menyebabkan malapetaka di Rio dan patung mengalami kerusakan di bagian jari, kepala, dan alis. Pemugaran dilakukan oleh pemerintah negara bagian dan Keuskupan Agung Rio de Janeiro. Pemugaran meliputi penggantian lapisan soapstone pada bagian luar dan perbaikan penangkal petir pada patung.
Share this article :
0 Komentar Blogger
Silahkan Berkomentar via Facebook
Silahkan Berkomentar via Blogger

0 komentar :

Posting Komentar

 
Support : Kaskus | Facebook | Twitter | Kompasiana
Copyright © 2013. freshly's blog - All Rights Reserved
Kunjungi saya di Google+
Proudly powered by Blogger